Seni Mencuci Pakaian (The Art of Washing)

Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita.  Setelah seharian beraktivitas, pakaian yang kita kenakan akan kotor oleh keringat, debu, dan berbagai noda membandel.  Oleh karena itu, pakaian perlu segera dicuci agar bakteri tidak berlama-lama menempel pada pakaian kotor yang menyebabkan pakaian menjadi bau.

Mesin Cuci ElectroluxMencuci pakaian memerlukan trik-trik khusus dan seni tersendiri.  Kita

tidak boleh asal saja dalam mencuci karena belum tentu pakaian kita menjadi bersih sempurna dan awet warnanya.  Tentunya kita memiliki setumpuk pakaian yang sudah pudar warnanya, apek baunya, menciut ukurannya, atau terdapat noda yang tidak bisa dihilangkan.  Hal itu terjadi karena kita belum mengetahui seni mencuci pakaian yang baik dan benar.  Berikut ini merupakan tips dan trik seni mencuci pakaian:

  1. Segera bilas dengan air dan sedikit sabun lalu kucek atau sikat
  2. dengan kain bersih apabila saat beraktivitas, pakaian kita tiba-tiba terkena suatu noda, misal saos, kecap, darah, dan lainnya.  Mendiamkannya hanya akan memperparah keadaan karena noda akan semakin lengket dan bersenyawa dengan pakaian, sehingga sulit dibersihkan.
  3. Selesai beraktivitas, segera rendam pakaian tersebut dengan deterjen.  Merendam pakaian merupakan tahap yang sangat penting karena pada tahap ini, deterjen akan bekerja melunakkan noda, sehingga noda akan semakin mudah dibersihkan pada saat tahap pencucian.  Semakin lama merendam, noda akan semakin mudah hilang.  Paling lama perendaman adalah 1 malam.  Namun pada umumnya, 30 menit merupakan waktu yang cukup.  Pilih deterjen khusus yang tidak menyebabkan bau saat perendaman.  Hati-hati dengan pakaian yang mudah luntur, jangan merendamnya terlalu lama karena akan merusak warnanya.
  4. Pada saat merendam, mencuci, maupun mengeringkan pakaian, jangan lupa untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih.  Pakaian yang mudah luntur seperti beberapa jenis jeans juga jangan dicampur dengan pakaian lainnya.  Pemisahan juga dapat dilakukan berdasarkan tingkat kekotoran pakaian tersebut.
  5. Pemilihan deterjen juga perlu diperhatikan:

-          Untuk noda-noda berat, gunakan deterjen khusus seperti Forti Heavy-Duty Detergent.  Deterjen ini akan membantu menghilangkan noda berat yang sulit dibersihkan oleh deterjen konvensional.  Anda juga dapat menambahkan Forti Spot Removal (penghilang noda khusus) yang dicampurkan dengan deterjen atau Anda dapat melakukan spotting terlebih dahulu pada area noda.  Spotting di sini adalah mengaplikasikan Spot Removal pada noda, diamkan sebentar, lalu sikat hingga noda melunak.  Bila noda belum juga hilang, rendam pakaian tersebut dengan deterjen dicampur dengan Spot Removal, lalu cuci.  Noda akan hilang saat pencucian.  Beberapa noda yang sudah terlalu lama menempel pada pakaian, yang sudah bersenyawa dengan serat kain, tidak akan dapat dihilangkan.  Oleh karena itu perlu dilakukan treatment dengan segera setelah pakaian terkena noda.

-          Untuk pakaian berwarna, bila kita menginginkan warna yang tetap seperti baru, walaupun sudah berkali-kali cuci, gunakan Forti Oxy-G Detergent.  Deterjen ini membantu mencerahkan warna pakaian Anda, meski sudah berkali-kali cuci.  Anda juga dapat menambahkan Oxy-G (bukan deterjen) yang dicampurkan dengan deterjen.

-          Untuk pencucian dengan mesin cuci, gunakan deterjen matic atau deterjen liquid.  Deterjen matic merupakan deterjen rendah busa.  Mengapa deterjen untuk mesin cuci harus deterjen rendah busa? Karena busa yang melimpah menyebabkan pakaian akan membutuhkan air yang banyak untuk membilasnya.  Air yang terlalu banyak tentu saja boros bagi kita dan tahap pembilasan akan memakan waktu yang lebih lama.  Selain itu busa yang terlalu banyak akan merusak mesin cuci kita.  Mesin cuci kita akan lebih mudah berkerak.

-          Dibanding deterjen bubuk, deterjen liquid lebih sesuai untuk mesin cuci.  Mengapa? Karena deterjen liquid berbasis air, sedangkan deterjen bubuk berbasis bahan kimia bubuk yang akan mengendap di mesin cuci dan menimbulkan kerak, jamur, karat, dan bau pada mesin cuci kita.  Tentu kita tidak menginginkan mesin cuci kita mudah rusak bukan? Namun, deterjen matic bubuk dapat kita gunakan pada mesin cuci kita, tetapi kita harus sering membersihkan mesin cuci kita dengan larutan pembersih mesin cuci.  Keampuhan deterjen liquid sama dengan deterjen bubuk dalam membasmi noda.  Namun deterjen liquid lebih cepat bekerja karena lebih mudah larut dibanding deterjen bubuk.

-          Bila kita menginginkan pakaian kita lebih lembut tanpa perlu repot menambahkan softener, kita dapat menggunakan deterjen yang sudah mengandung softener di dalamnya, seperti Softmatic Detergent.  Namun, kita juga dapat menambahkan softener di akhir pembilasan.  Jangan bilas lagi pakaian yang sudah kita rendam dengan softener.  Perendaman menggunakan softener minimal 10 menit.

-          Bila kita hanya mencuci pakaian sehari-hari kita dengan noda ringan menggunakan mesin cuci, gunakan deterjen Forti Matic atau Forti Liquid.  Namun bila kita ingin mencuci dengan tangan, gunakan Forti Ultra, Forti Daily, Forti Liquid, atau Forti Cream Detergent.  Ingat, jangan menyikat pakaian terlalu keras karena akan merusaknya.  Bila noda belum juga hilang saat disikat, rendam kembali pakaian tersebut, jangan dipaksa disikat.

-          Untuk pakaian putih, kita dapat merendam pakaian kita memakai pemutih pakaian seperti Forti Whitener.  Perlu diingat bahwa produk ini hanya untuk pakaian putih polos dan jangan mencampurkannya dengan deterjen.  Jangan campur pakaian yang telah direndam menggunakan produk ini dengan pakaian berwarna lain, saat tahap pencucian hingga pengeringan.  Karena akan melunturi pakaian lainnya.

  1. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak dapat dicuci menggunakan mesin cuci.  Misalnya, kebaya, gaun, pakaian dalam, dan lain-lain.  Bila digunakan mesin cuci, pakaian-pakaian tersebut akan rusak, melar, menciut, atau sobek.  Untuk itu perlu kita perhatikan label yang biasanya terdapat pada pakaian kita.  Pada label tersebut terdapat informasi penting tentang cara pencucian pakaian tersebut.  Berikut ini merupakan simbol-simbol yang umumnya ada pada label pakaian klik di sini.
  2. Setelah tahap pencucian, kita masuk pada tahap pengeringan.  Pada umumnya kita menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian kita.  Namun kita juga dapat menggunakan mesin pengering khusus (dryer).  Perlu diingat bahwa tidak semua pakaian dapat dikeringkan menggunakan sinar matahari ataupun dryer.  Biasanya pengeringannya hanya perlu diangin-anginkan saja.  Untuk itu kita perlu memperhatikan label pada pakaian.  Pada pengeringan menggunakan sinar matahari maupun dryer, kita perlu membalik pakaian kita, yang di bagian luar menjadi di dalam, untuk mempertahankan warnanya.  Pakaian berwarna yang terkena panas berlebihan akan mudah pudar.  Pada pengeringan menggunakan dryer, perhatikan waktunya.  Setiap jenis pakaian memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk kering.  Setiap 15 menit, periksa pakaian-pakaian di dalam dryer, keluarkan pakaian yang sudah kering, tutup kembali, lalu lanjutkan pemanasan hingga semua pakaian kering.  Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat listrik atau gas dan mempercepat proses pengeringan.  Pakaian yang sudah kering, bila tidak kita keluarkan terlebih dahulu, akan terus ikut dikeringkan, sehingga panas yang seharusnya untuk pakaian yang masih basah, akan terhalang oleh pakaian kering tersebut dan proses pengeringan akan menjadi lebih lama.  Selain itu pakaian yang terlalu kering akan menjadi kaku dan sulit untuk disetrika.
  3. Setelah kering, pakaian siap untuk disetrika.  Jangan sekali-sekali menyetrika pakaian yang masih basah karena akan menimbulkan bau.  Dan perhatikan label pada pakaian, tidak semua pakaian bisa disetrika.  Pada tahap penyetrikaan, kita dapat menggunakan pelicin setrikaan seperti Forti Ironing Liquid untuk melicinkan pakaian dan memudahkan proses penyetrikaan.  Produk ini terdapat beraneka macam wewangian yang tahan lama yang dapat Anda pilih sesuai gaya Anda.
  4. Setelah disetrika, pakaian dapat disemprotkan parfum laundry pada sisi bagian atas, bawah, dan dalam pakaian.  Parfum ini akan menempel berminggu-minggu lamanya walau disimpan di dalam lemari sekalipun.  Pilihlah parfum dengan aroma yang sama dengan aroma pelicin dan softener.  Aroma yang berlainan akan menimbulkan crash sehingga aromanya akan saling meniadakan.

Nah, demikian tips dan trik seni mencuci pakaian kali ini.  Bila semua poin di atas dilaksanakan, niscaya pakaian Anda akan lebih bersih, awet, dan terawat.   Selamat mencoba :) .

Leave a Reply